Prosedur Analisa Pati dan Serat Kasar dari Bahan Pangan

Berikut ini adalah langkah-langkah metode analisa serat kasar dan pati:

1.  Analisa Serat Kasar (AOAC, 1990)

  1. Sampel dihaluskan sehingga dapat melalui ayakan diameter 1 mm.
  2. Ditimbang 2 gr sampel dan diekstraksi lemaknya dengan soxhlet. Kalau bahan sedikit mengandung lemak tidak perlu dikeringkan dan diekstraksi lemaknya.
  3. Dipindahkan sampel ke dalam Erlenmeyer 600 ml. 
  4. Ditambahkan 200 ml H2SO4 mendidih dan ditutup dengan pendingin balik, didihkan 30 menit.
  5. Disaring suspense dengan kertas saring, residu yang tertinggal dalam Erlenmeyer dicuci dengan aquades mendidih. Residu dalam kertas saring dicuci sampai air cucian tidak bersifat asam lagi.
  6. Dipindahkan secara kuantitatif residu dari kertas saring ke dalam Erlenmeyer kembali dengan spatula dan sisanya dicuci dengan 200 ml larutan NaOH mendidih, didihkan dengan pendingin balik selama 30 menit.
    1. Disaring melalui kertas saring yang telah diketahui beratnya sambil dicuci dengan K2SO4 10%. Residu dicuci lagi dengan aquades mendidih dan kemudian dengan 15 ml alkohol.
    2. Dikeringkan kertas saring pada 110oC sampai berat konstan, didinginkan dalam desikator dan ditimbang.
  7. Berat residu = berat serat kasar.

 2.        Analisa Amilosa metode Iodometri (AOAC, 1984 dalam Apriyantono dkk., 1989)

  • Pembuatan Kurva Standar
  1. Ditimbang 40 mg amilosa murni dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu tambahkan 1 ml etanol 95% dan 95 ml NaOH 1 N.
  2. Panaskan dalam  air mendidih selama kurang lebih 10 menit sampai semua bahan membentuk gel. Setelah itu didinginkan.
  3. Pindahkan seluruh campuran ke dalam labu takar 100 ml. Tepatkan sampai tanda tera dengan air.
  4. Pipet masing-masing 1,2,3,4, dan 5 ml larutan diatas dan masukkan masing-masing ke dalam labu takar 100 ml.
  5. Ke dalam masing-masing labu takar tersebut tambahkan asam asetat 1 N masing-masing 0,2, 0,4, 0,6, 0,8 dan 1 ml, lalu tambahkan masing-masing 2 ml larutan iod.
  6. Tepatkan masing-masing campuran dalam labu takar sampai tanda tera dengan air. Biarkan selama 20 menit.
  7. Intensitas warna biru yang terbentuk diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 625 nm.
  8. Buat kurva standar, konsentrasi amilosa vs absorban.
  • Penetapan Sampel
  1. Timbang 100 mg sampel dala bentuk tepung, masukkan ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 1 ml etanol 95% dan 9 ml NaOH 1 N.
  2. Panaskan dalam air mendidih selama kurang lebih 10 menit, kocok dan tepatkan sampai tanda tera dengan air.
  3. Pipet 5 ml larutan tersebut, masukkan ke dalam labu takar 100 ml. Tambahkan 1 ml asam asetat 1 N dan 2 ml larutan iod.
  4. Tepatkan sampai tanda tera dengan air, kocok, diamkan selama 20 menit.
  5. Ukur intensitas warna yang terbentuk dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 625 nm.
  6. Hitung kadar amilosa dalam sampel.

Perihal adimarjani
Always Keeping A Hope for Tomorrow. Where is a will there will be a way.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: